Saturday, December 20, 2014

Demi Perbaikan Saluran Air Yang Ada Di Sepanjang Cempaka Putih, Pohon – Pohon Yang Ada Di Sekitar Kali Di Tebang

          Jakarta - Bukan hanya menebang pohon – pohon yang ada di sekitar saluran air, perbaikan saluran juga membuat kondisi jalan tersebut banyak tercecer tanah bekas galian. Akibatnya pengguna jalan sulit untuk melakukan aktivitasnya lantara kotor, becek dan jalan dipenuhi oleh tumpukan beton untuk membenarkan saluran tersebut.

Macet Di Jalan Akibat Perbaikan Saluran Air

          Jakarta - Sejumlah saluran air yang ada di DKI jakarta pusat dikebut pengerjaanya sebelum datangnya musin penghujan yang datang pada akhir tahun. perbaikan ini utuk meminimalisir banjir yang kerap muncul pada saat musim hujan tiba.

Macet Bukan Dibuat


          Jakarta - Target pemerintah provinsi DKI jakarta untuk kedepannya satunya yaitu mengurangi banjir di daerah DKI jakarta. salah satu cara yang dilakukan pemerintah provinsi DKI jakarta yaitu dengan meningkatan kapasitas kanal dan sungai dengan terus mengadakan pengerukan tanah.

Kerak Telor Banyak Diminati



Siapa tak kenal jajanan satu ini? Ya, kerak telor merupakan ikon kuliner dari Jakarta. Pada masa kolonial Belanda, makanan ini menjadi makanan elit yang terkenal lezatnya. Namun lambat laun keberadaan kerak telor mulai tersisihkan seiring kemajuan jaman. Kepopuleran kerak telor menjadikannya primadona wisata kuliner khas Betawi. Melebihi kuliner lainnya seperti gado-gado, karedok, asinan dan ketoprak. Dahulu kerak telor disajikan dalam hidangan untuk merayakan suatu acara atau hajatan.

Mengisi waktu luang di kawasan budaya



         
          Ibu Rohyani saat di wawancarai di Setu Babakan ini ia mengatakan bahwa Setu Babakan adalah tempat yang paling asyik untuk berwisata. Bukan hanya di lihat dari segi budaya, tetapi disini juga banyak jajanan khas Betawi dan permainan anak-anak seperti bebek-bebekan. Ibu berumur 42 tahun ini berasal dari Jakarta Barat, ia jauh-jauh datang ke Setu babakan hanya ingin menghibur anak-anak yang sedang berlibur sekolah dan ingin mengenalkan budaya Betawi. “Saya kesini ngajak keluarga mumpung
liburan sekolah dan ingin ngasih tau tentang budaya Betawi” jelas ibu Rohyani.

Setu Babakan Menjadi Daya Tarik Berwisata



            Setu Babakan atau Danau Babakan berlokasi di Jagakarsa. Tempat ini khusus ditujukan untuk pelestarian dan kemajuan seni dan budaya Betawi – penduduk asli Jakarta. Di sini berbagai kesenian dan pertunjukan budaya Betawi ditampilkan secara reguler. Anda juga dapat melihat rumah Betawi asli, menyaksikan upacara tradisional, menikmati banyak makanan Betawi, dan Situ atau setu Babakan merupakan danau buatan dengan area 32 hektar (79 akre) dimana airnya berasal dari Sungai Ciliwung dan saat ini digunakan untuk memancing bagi warga sekitarnya bersantai di tepian danau yang menyejukkan.

Tuesday, December 16, 2014

MASAK.TV Program Memasak Untuk Remaja

          Jakarta - Maraknya acara kuliner dan acara masak di televisi kita tidak membangkitkan gairah remaja di Jakarta untuk masuk dan mencoba memasak di dapur. Banyak acara masak tersebut yang dikhususkan untuk para ibu rumah tangga saja. Kebanyakan di acara televisi lebih memberitahukan bukan mengajarkan dan mengajak. Hal inilah yang menggerakkan Robby Bagindo untuk memberikan tutorial masak yang lebih ditujukan untuk para remaja.

Saturday, December 13, 2014

Rawamalang Bukan Tempat Yang Buruk

          Jakarta - Pada umumnya, Rawamalang terkenal dengan daerah yang buruk dimata masyarakat. Banyak yang bilang, Rawamalang adalah sarangnya wanita nakal atau bisa dibilang wanita malam. Tapi sebenarnya, Rawamalang adalah daerah yang miris dan harus diperhatikan. Karena justru penduduk asli  Rawamalang bukan mereka atau tidak berprofesi seperti mereka.

Mereka, Harta Warisan Dunia

          Jakarta – Terdapat sebuah sekolah kecil yang bernama Gubuk IPPA di daerah Rawamalang - Cilincing. Tepatnya berada di Kampung Rawamalang RT 03/10 Cilincing, Jakarta Utara. Gubuk IPPA ini berdiri sejak tanggal 31 Juli 2009 . “Awalnya, Gubuk IPPA ini dibentuk dari komunitas yang peduli dengan pendidikan. Karena, disini banyak anak yang terlantar akan pendidikannya dengan alasan kurangnya pendapatan orang untuk membayar sekolah mereka.”Aris Djunaedi (21), pemilik Gubuk IPPA.

Tanggapan Orang Tua Murid terhadap Gubuk IPPA

          Jakarta – Saat berkunjung ke sebuah rumah yang tak lain adalah Gubuk IPPA.  Banyak anak – anak berusia 5 sampai 13  tahun sedang belajar. “Aku suka belajar disini karena kakaknya baik – baik. Aku bisa belajar bahasa Inggris.” Ujar Radit (7), salah satu murid Gubuk IPPA.

Saturday, December 6, 2014

Restoran Asing Diterima Baik, Makanan Indonesia Kurang Dihargai

          Jakarta - Dunia kuliner sebenernya saat ini sangat bergairah, kita banyak melihat sekolah-sekolah kuliner dibangun, kita banyak melihat program-program televisi memasak yang sangat bagus. Sekarang orang mulai menghargai posisi seorang chef, tetapi saying kita kurang menghargai masakan Indonesia. Bukan karena makanan Indonesia kurang enak tetapi kebanyakan restoran masakan Indonesia sendiri yang kurang menarik kemasannya.