Saturday, December 20, 2014

Setu Babakan Menjadi Daya Tarik Berwisata



            Setu Babakan atau Danau Babakan berlokasi di Jagakarsa. Tempat ini khusus ditujukan untuk pelestarian dan kemajuan seni dan budaya Betawi – penduduk asli Jakarta. Di sini berbagai kesenian dan pertunjukan budaya Betawi ditampilkan secara reguler. Anda juga dapat melihat rumah Betawi asli, menyaksikan upacara tradisional, menikmati banyak makanan Betawi, dan Situ atau setu Babakan merupakan danau buatan dengan area 32 hektar (79 akre) dimana airnya berasal dari Sungai Ciliwung dan saat ini digunakan untuk memancing bagi warga sekitarnya bersantai di tepian danau yang menyejukkan.
Danau ini juga merupakan tempat untuk rekreasi air seperti memancing, sepeda air, atau bersepeda mengelilingi tepian setu. Setu Babakan adalah sebuah kawasan perkampungan yang ditetapkan Pemerintah Jakarta sebagai tempat pelestarian dan pengembangan budaya Betawi secara berkesinambungan. Perkampungan yang terletak di selatan Kota Jakarta ini merupakan salah satu objek wisata yang menarik bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana khas pedesaan atau menyaksikan budaya Betawi asli secara langsung. Di perkampungan ini, masyarakat Setu Babakan masih mempertahankan budaya dan cara hidup khas Betawi,  memancing, bercocok tanam, berdagang, membuat kerajinan tangan, dan membuat makanan khas Betawi. Melalui cara hidup inilah, mereka aktif menjaga lingkungan dan meningkatkan taraf hidupnya
Bang Dani saat di temui di Setu Babakan Sabtu, 20 Desember 2014 ia mengatakan Tari topeng yang menjadi pelengkap teater topeng Betawi telanjur menyatu dalam jiwanya, menjadi bagian tak terpisahkan dari hidupnya. Kakek dan neneknya, Djioen dan Mak Kinang, adalah seniman tradisional topeng Betawi. Keduanya mengembangkan Topeng Kinang pada 1918, yang kemudian disebut Topeng Cisalak, berdasarkan tempat menetap dan berkembangnya kesenian itu, yaitu Kampung Cisalak, Cimanggis, Depok, Jawa Barat.
Ia amat sangat cinta kepada budayanya sendiri, tidak rela jika budaya asli betawi ini di akui oleh negara-negara lain . Lelaki berumur 36 tahun itu adalah salah satu pemain musik Topeng di Setu Babakan yang sudah lama, lucunya ia tidak mau di panggil dengan sebutan Bapak, ia hanya mau di sebut dengan panggilan Abang, di karenakan dengan kebiasaan kebudayaan Betawi tersebut. Topeng Kinang dikenal luas oleh masyarakat. Grup kesenian ini kerap mengisi pertunjukan, menyertai hajatan masyarakat, mulai dari khitanan, perkawinan hingga perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia. Hampir tak ada hari tanpa pertunjukan. Sambutan penonton luar biasa. Topeng Betawi menjadi primadona masyarakat Jakarta. Hajatan seakan tak lengkap tanpa topeng Betawi.

No comments:

Post a Comment