Setu Babakan atau Danau Babakan
berlokasi di Jagakarsa. Tempat ini khusus ditujukan untuk pelestarian dan
kemajuan seni dan budaya Betawi – penduduk asli Jakarta. Di sini berbagai
kesenian dan pertunjukan budaya Betawi ditampilkan secara reguler. Anda juga
dapat melihat rumah Betawi asli, menyaksikan upacara tradisional, menikmati
banyak makanan Betawi, dan Situ atau setu Babakan merupakan danau buatan dengan
area 32 hektar (79 akre) dimana airnya berasal dari Sungai Ciliwung
dan saat ini digunakan untuk memancing bagi warga sekitarnya bersantai di
tepian danau yang menyejukkan.
Danau ini juga
merupakan tempat untuk rekreasi air seperti memancing, sepeda air, atau
bersepeda mengelilingi tepian setu. Setu Babakan adalah sebuah kawasan
perkampungan yang ditetapkan Pemerintah Jakarta sebagai tempat pelestarian dan
pengembangan budaya Betawi secara berkesinambungan. Perkampungan yang terletak
di selatan Kota Jakarta ini merupakan salah satu objek wisata yang menarik bagi
wisatawan yang ingin menikmati suasana khas pedesaan atau menyaksikan budaya
Betawi asli secara langsung. Di perkampungan ini, masyarakat Setu Babakan masih
mempertahankan budaya dan cara hidup khas Betawi, memancing, bercocok
tanam, berdagang, membuat kerajinan tangan, dan membuat makanan khas Betawi.
Melalui cara hidup inilah, mereka aktif menjaga lingkungan dan meningkatkan
taraf hidupnya
Bang Dani saat
di temui di Setu Babakan Sabtu, 20 Desember 2014 ia mengatakan Tari topeng yang
menjadi pelengkap teater topeng Betawi telanjur menyatu dalam jiwanya, menjadi
bagian tak terpisahkan dari hidupnya. Kakek dan neneknya, Djioen dan Mak
Kinang, adalah seniman tradisional topeng Betawi. Keduanya mengembangkan Topeng
Kinang pada 1918, yang kemudian disebut Topeng Cisalak, berdasarkan tempat
menetap dan berkembangnya kesenian itu, yaitu Kampung Cisalak, Cimanggis,
Depok, Jawa Barat.
Ia amat sangat
cinta kepada budayanya sendiri, tidak rela jika budaya asli betawi ini di akui
oleh negara-negara lain . Lelaki berumur 36 tahun itu adalah salah satu pemain
musik Topeng di Setu Babakan yang sudah lama, lucunya ia tidak mau di panggil
dengan sebutan Bapak, ia hanya mau di sebut dengan panggilan Abang, di
karenakan dengan kebiasaan kebudayaan Betawi tersebut. Topeng
Kinang dikenal luas oleh masyarakat. Grup kesenian ini kerap mengisi
pertunjukan, menyertai hajatan masyarakat, mulai dari khitanan, perkawinan
hingga perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia. Hampir tak ada hari tanpa
pertunjukan. Sambutan penonton luar biasa. Topeng Betawi menjadi primadona
masyarakat Jakarta. Hajatan seakan tak lengkap tanpa topeng Betawi.

No comments:
Post a Comment